Pendidikan Neomodernisme
(Telaah Pemikiran Fazlur Rahman)
RESENSI
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata kuliah: Karya Tulis Ilmiah
Dosen Pengampu: M. Rikza Chamami, M.S.I
Di susun
Wahid wahyu
pratama (113311039
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2O12
ISBN : 978-602-97346-6-9
Judul buku : Pendidikan Neomodernisme (Telaah pemikiran
Fazlur Rahman)
Penulis : M. Rikza Chamami, M.Si.
Pengantar : Ahmad Tohari
Penulis : M. Rikza Chamami, M.Si.
Pengantar : Ahmad Tohari
Editor :
Abu Rokhmad
Penerbit : Walisongo Press Jl. Walisongo Semarang No3-5 Jrakah Ngaliyan Semarang
Cetakan : Pertama, Juli 2010
Tebal : xvi + 224 halaman
Penerbit : Walisongo Press Jl. Walisongo Semarang No3-5 Jrakah Ngaliyan Semarang
Cetakan : Pertama, Juli 2010
Tebal : xvi + 224 halaman
Pendidikan Neomodernisme
(Telaah pemikiran
Fazlur Rahman)
Di dalam buku Pendidikan Neomodernisme berisikan
tentang Gerakan pembaharuan Dalam Islam yang merumuskan relevansi islam dengan
perkembangan sejarah yang melingkupinya. Fazlur rahman menyebutkan sejarah pembaharuan
islam itu di bagi ke dalam empat tipologi gerakan : Gerakan pertama yaitu:
revivalisme pra modernis, gerakan modernisme, gerakan neorevivalisme dan juga
gerakan neomodrnisme. Tema intelektualisme dan pendidikan islam dalam
pandangan neomodernisme Fazlur rahman, di situ di kaji dalam bukunya saudara
bpk M. Rikza Chamami. Yang mana pengantar menyampaikan pemikiran tentang hal
tesebut.
Di dalam neomodernisme pengembangan agama islam dapat
di lakukan dengan berbagai cara, seperti hal budaya, seni, ekonomi, maupun
pendidikan . namun dalam hal pendidikan lah adalah salah satu pengembangan yang
paling efektif dan menjadi sebuah keniscayaan sepanjang sejarah. Neomodernisme
juga memberikan proses keilmuan dalam sumber al-Qur’an, karena dalam islam
banyak di gariskan dalam al-qur’an, di karenakan al-Qur’an yang masuk dalam
kategori perennial knowledge banyak memberian pola abstraksi tentang pola
pendidikan islam.
Fazlur rahman memfokuskan pendidikan islam menjadi
satu pemikiran, peta pemikiran fazlur rahman didasarkan pada studi tentang
pembaharuan islam yang di mulai dari masa pramodern, modern, hingga neomodern.
Kajian yang di bahas oleh fazlur rahman adalah gagasan tentang Neomodernisme
dalam ranah pendidikan islam.
Fazlur rahman Juga ikut
berpartisipasi dalam menyelesaikan problem pendidikan dalam islam. Dengan
solusi memajukan pendidikan, islam akan tampil dengan wajah cantik dan kaya
khazanah intelektual. Pada prinsipnya rahman mengagumi dan menghormati
tradisi intelektual sebagaimana diwariskan oleh ulama.prasyaratnya adalah bahwa
pendidikan tidak dibebani oleh urusan-urusan dogma dan kekahawatiran tentang
perubahan yang membayangi. Tujuan utamanya adalah ingin menunjukkan bahwa
beberapa bagian dalam sejarah disiplin ilmu hokum dan filsafat politik
kehilangan hubungan dengan etika Al-Qur’an.
Fazlur
Rahman mencoba mendialogkan antara sesuatu yang lama dengan baru. Neomodernisme
yang coba dikembangkan Fazlur Rahman pada hakikatnya bertujuan untuk
menjembatani elemen penting, yaitu tradisi dan modernisasi yang selama ini
dipertentangkan oleh cendikiawan muslim. Sesuai apa yang telah dijelaskan
tentang neomodernisme adalah mencoba menjembatani tradisi dan modernisasi,
tradisi dan modernisasi seakan tidak pernah menjumpai titik temu. Karenanya,
hal yang paling urgen dalam kaidah neomodernisme yaitu menghindarkan pembuangan
warisan budaya lamadan menghiasinya dengan pola pembaharuan.
Rancang bangun pendidikan
tradisional mempunyai harapan besar akan pelestarian budaya lama, karena
warisan masa lalu sangatlah berarti bagi pengembangan di masa yang mendatang.
Penddikan tradisional mencoba untuk mengarahkan pada garis transfer
knowledge artinya, sebuah proses pendidikan yang difokuskan pada bentuk
pemberdayaan sistemik dan belum memberikan keleluasaan pada peserta didik.
Segala hal yang menyangkut kebijakan masih menjadi otoritas lambaga dan masih
berpegang teguh pada buku pegangan yang dibuat oleh lembaga. Sehingga rangkaian
pendidikan tradisional ini tidak akan mampu mendorong siswa untuk aktif.
Rasionalitas yang semula dianggap
universal juga dibatalkan. Setelah modernisme, lahir juga dua aliran yang
mempunyai tanggapan berbeda yaitu pasca modernisme skeptis dan pasca modernisme
altermatif. Dan ini menjadi perdebatan para ahli pada waktu itu terutama pada
feel negatif dan ancamannya. Dari situlah kemudian muncul istilah
neo-modernisme yang mempunyai subtansi pencerahan “dunia pendidikan” dengan
penyesuaian mas yang sedang berkembang. Metode suatu gerakan ganda Fazlur
Rahman dapat diterapkan untuk memberi alternatif solusi atas problem-problem
umat, termasuk problem pendidikan. Penerapan metode ini pada problem pendidikan
telah dicontohkan oleh Rahman untuk kasus pendidikan di Pakistan melalui empat
langkah sebagai berikut. Langkah pertama adalah identifikasi terhadap
pendidikan umat Islam ketika itu. Langkah kedua adalah menemukan problem
pendidikan di Pakistan. Langkah ketiga adalah mencari rujukan Al-Qur’an dan
Al-Hadist. Identifikasi terhadap pendidikan umat Islam di Pakistan yang
dilakukan Fazlur Rahman, waktu itu telah ditemukan suatu problem utama, yaitu
probem ideologis.
Pendidikan bagi Fazlur Rahman adalah
pokok utama yang harus dikedepankan dalam semua bentuk pembaharuaan Islam.
Model pendidikan ini cukup mampu menjembatani ketertinggalan dinamika pemikiran
Islam atau Klaim kemandulan budaya piker masyarakat muslim.